Titik Awal Menuju Perjuangan Mengurangi Angka Kematian Ibu dan Bayi

Oleh : | Pada : 22 November 2014 | Dilihat Sebanyak 1039 Kali

Bismillah.

Hari ini, 22 November 2014 merupakan hari kedua saya berkunjung ke rumah ibu Sri. Ibu Sri merupakan ibu hamil yang akan saya beri edukasi selama proses kehamilan hingga 1000 hari kedepan. Berbeda dengan hari biasayanya yang saya ketika itu ditemani oleh A.Ika Mutmainnah (salah seorang peserta program 1000 hari awal kehidupan), hari ini saya berkunjung sendiri. Adapun tujuan saya berkunjung hari ini adalah untuk menyerahkan dan menginformasikan undangan launching program 1000 Hari Awal Kehidupan yang in syaa Allah akan dilaksanakan besok. Sejujurnya kondisi ibu Sri saat ini sangatlah lemah. Ibu Sri sering bahkan selalu merasakan lemas, tidak mau makan, dan sakit kepala disetiap kehamilannya. Ini merupakan kali ketiga beliau hamil. Ketika saya menemuinya pun beliau dalam keadaan sedang terbaring, karena beliau tidak mampu berdiri ataupun duduk dalam waktu yang lama. Berdasarkan pertimbangan tersebut, ibu Sri memutuskan untuk tidak menghadiri launching besok. Sebenarnya saya sangat mengharapkan kehadiran ibu Sri, namun melihat kondisinya yang begitu masih lemah disertai usia kehamilannya yang masih berusia 1,5 bulan membuat saya memaklumi keadaan tersebut. Jangan sampai ibu Sri memaksakan untuk datang, namun keadaannya justru tambah memburuk. Hari ini baru hari kedua saya berkunjung ke rumah Ibu Sri yang sudah saya anggap seperti ibu angkat saya sendiri.Hal ini dibuktikan ketika saya berkunjung ke rumah beliau, ketika saya mengetuk pintu dan mengucapkan salam terdengar teriakan anak kecil dari dalam rumah dengan mengatakan "Kakak Dian!!!" Saya pun merasa terkejut, kalau ternyata saya disambut baik oleh Ayuri dan Asyifa yang merupakan anak ibu Sri. Setelah saya menjelaskan dan menyerahkan undangan serta beberapa kupon untuk launching program 1000 Hari Awal Kehidupan, saya bermaksud akan mewawancarai ibu Sri. Namun qaadarullah, saya tidak membawa charger laptop, sedangkan isi baterai laptop saya tinggal sedikit. Alhasil, Ayuri dan Asyifa menjadikan laptop saya menjadi bahan mainan. Bahkan Ayuri dan Asyifa yang di hari pertama bertemu masih sungkan, kini ia sudah berani menaiki punggung saya. Pada saat laptop saya lowbet, Ayuri meminjam HP saya untuk mencari gambar-gambar menarik. Sewaktu mengambil gambar ibu Sri dan rumahnya (tampak depan), ternyata Ayuri dan Asyifa juga tidak mau ketinggalan. Sehingga, saya juga mengambil gambar Ayuri dan Asyifa. Jam menunjukkan pukul 2 siang. sejujurnya saya sudah ingin pulang. Namun ternyata Ayuri dan Asyifa tidak mengizinkan saya pulang dan mereka menyita HP saya agar saya tidak pulang. Akan tetapi setelah beberapa kali dibujuk oleh Ibu Sri dan saya, akhirnya mereka mau memberikan HP saya dan mengizinkan saya pulang. Sungguh senang sekali melihat kedua anak yang lucu dan sedang aktif ini. Saya merasa mereka berdua adalah salah satu sumber kekuatan bagi ibu Sri saat ini. Dua anak yang menggemaskan dan mulai menyukai kehadiran saya. Sewaktu berpamitan pun, mereka berdua (Ayuri dan Asyifa) mengantar saya hingga ke depan pintu dan tidak mau beranjak jika saya belum pergi. Ketika mengaktifkan mesin kendaran, mereka kembali berteriak dengan mengatakan bahwa "Da...da... kak Dian!"

Setiba di rumah, saya langsung mengisi baterai laptop saya dalam keadaan menyala. Kemudian saya mencari tahu dan mancatat apa saja data yang saya harus isi hari ini. Setelah itu, saya kembali ke rumah ibu Sri. Sebenarnya saya merasa bersalah, karena merasa telah mengganggu waktu tidur siang ibu Sri. Ketika saya mengetuk pintu rumah dan mengucapkan salam, tak ada respon dari dalam rumah. Sehingga saya memutuskan menelpon ibu Sri dan memberitahukan kalau saya telah berada di depan pintu rumah beliau. Ibu Sri, Ayuri dan Asyifa menyambut kedatangan saya dengan baik. Walaupun sebenarnya wajah ibu Sri nampak pucat. Saya pun mulai mewawancaerai kembali dan mengkapi data yang saya perlukan hari ini. Pada saat mewawancarai, Ayuri dan Asyifa dengan aktifnya bermain di samping saya. Saya merasa senang melihat kedua anak yang lucu dan ceria ini. Karena mereka berdua ternyata suka jika saya sering berkunjung ke rumahnya.

Alhamdulillah, hari ini meskipun baru hari kedua saya berkunjung ke rumah Ibu Sri, tapi saya sudah merasakan kedekatan dengan keluarga ini. Mereka menyambut dan menerima kehadiran saya dengan baik. Saya seolah mempunyai keluarga baru. Semoga tujuan program mulia 1000 Hari Awal Kehidupan ini dapat terwujud. Selain itu hubungan silaturrahim saya dengan keluarga kecil ini dapat terjalin dengan baik hingga 1000 hari ke depan bahkan hingga program ini telah selesai. Keluarga ini membuat saya nyaman dan telah merasa menjadi bagian dari keluarga ini. :)



Leave A Reply